Sejak jaman dulu, LingZhi, Reishi atau Ganoderma lucidum sudah dipercaya sebagai peningkat system kekebalan tubuh. Penggunaannya secara rutin diyakini dapat memperpanjang usia. Orang-orang Jepang dan Cina sudah membuktikannya sejak ribuan tahun lalu.

Li Shi Zen dari Dinasti Ming, guru besar pengobatan Cina menyimpannya dalam Ben Cao Gan Mu. Dia mengatakan,” Penggunaan LingZhi secara luas akan menjamin bentuk tubuh yang ramping dan peremajaan, menikmati usia yang panjang seperti sebuah keabadian…..”



Apa yang menyebabkan reishi ampuh mengatasi kanker?

Beberapa hasil penelitian menunjukkan, polisakarida berperan dominan mengatasi penyakit mematikan itu. Menurut dr Ekky M Rahardja MS SpGK, dokter spesialis gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, ling zhi mengandung senyawa polisakarida yang molekulnya berikatan beta. ‘Molekul polisakarida yang terkandung pada nasi atau makanan lain yang biasa dikonsumsi berikatan alfa,’ kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Molekul polisakarida berikatan beta lebih kompleks sehingga sulit dicerna. Meski demikian, kehadirannya itu justru berdampak positif. Sebab, ia mengundang reaksi sistem kekebalan di selaput lendir saluran pencernaan atau Gastrointestinal Associated Lymphoid Tissue (GALT). Itu lantaran polisakarida berikatan beta dianggap sebagai benda asing. Bangkitnya sistem kekebalan memperkokoh daya tahan tubuh terhadap serangan benda asing seperti bakteri, virus, dan sel-sel kanker. Selain itu, ‘Kandungan germanium pada reishi membantu mengatasi tumor,’ tutur dr Ekky. Perpaduan polisakarida dan germanium mampu meningkatkan sistem immun tubuh dan mencegah pertumbuhan sel-sel kanker (antitumor).


Referensi Trubus

Gelar jamur ajaib memang layak disandang reishi-sebutan ling zhi di Jepang. Berbagai penelitian di beberapa negara, membuktikan keajaiban anggota famili Polyporaceae itu. Salah satunya dilakukan oleh TK Yun, dari Laboratorium Percobaan Patologi, Korea Cancer Center Hospital, Seoul, Korea.

Yun menguji efek antikarsinogenik beberapa senyawa aktif yang berasal dari suplemen yang biasa dikonsumsi para vegetarian, seperti asam askorbat, lesitin, kapsaicin, biochanin A, kafein, dan ling zhi Ganoderma lucidum. Objek percobaan: mencit yang diinduksi tumor paru-paru. Hasil penelitian menunjukkan, keenam senyawa itu terbukti menurunkan risiko kanker paru-paru secara signifikan.

Menurut dr Fugumi Morishige, MD PhD, peneliti dari Linus Pauling Institute of Science & Medicine, Amerika Serikat-yang juga menggunakan reishi untuk pengobatan kanker-keampuhan reishi mengatasi kanker lantaran senyawa polisakarida. Dengan bantuan vitamin C, polisakarida diubah menjadi oligoglukan, senyawa polisakarida sederhana, sehingga mudah diserap tubuh. Senyawa itu kemudian merangsang makrofag yang memicu sistem kekebalan tubuh dan menyerang benda-benda asing seperti bakteri, virus, dan sel kanker.
Pendapat itu dibuktikan Kim HS, dari divisi toksikologi College of Pharmacy Sungkyunkwan University, Suwon, Korea. Ia menguji empat bahan alami yang mengandung polisakarida-termasuk ling zhi-secara in vitro terhadap beberapa sel kanker seperti leukemia. Hasilnya, keempat bahan alami itu terbukti efektif mengatasi kanker.

Keampuhan reishi sebagai panasea itulah yang mendorong Nissan Chemical, salah satu produsen reishi di Jepang, bertahun-tahun memproduksi reishi dalam bentuk tablet agar dapat dikonsumsi sehari-hari. Reishi dibudidayakan dengan teknologi modern sehingga dapat mempertahankan kandungan aktif yang diperlukan untuk pengobatan.
Echinacea Bila reishi menyandang gelar panasea dari Asia, di Amerika Serikat gelar itu disandang Echinacea purpurea. Tanaman berbunga ungu itu begitu populer di negeri Paman Sam sejak beberapa dekade silam. Kepopuleran itulah yang menggelitik Sandra C Miller, dari Departemen Anatomi dan Biologi Sel, McGill University, Montreal, Kanada. Ia meneliti keampuhan echinacea terhadap mencit yang diinjeksi sel leukemia.
Khasiat echinacea terlihat pada 9 hari setelah perlakuan. Jumlah natural killer cell (NK cell)-sel pembunuh alami yang terdapat pada sistem kekebalan tubuh-pada kelompok yang diberi ekstrak echinacea meningkat secara signifikan ketimbang kelompok kontrol. Alhasil, tiga bulan setelah perlakuan terlihat, 1/3 dari jumlah mencit yang diberi asupan echinacea bertahan hidup. Sedangkan mencit pada kelompok kontrol seluruhnya meregang nyawa.

Menurut Sandra, anggota famili Asteraceae itu berperan merangsang pertumbuhan NK cell pada sistem kekebalan tubuh. Sel pembunuh alami itu ibarat benteng pertahanan tubuh dari agresi sel kanker dan patogen lain seperti bakteri dan virus. Keampuhan itulah yang membuat echinacea juga populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Suplemen berbahan echinacea dikemas dalam bentuk kapsul.
Cryptomonadales Pasar suplemen di Indonesia kian marak dengan hadirnya panasea-panasea baru. Salah satunya adalah cryptomonadales. Alga bersel satu itu pertama kali diperkenalkan di Taiwan pada 2005. Menurut Profesor Wang Shun Te, sang penemu, cryptomonadales kaya pikosianin yang mencapai 4%. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang spirulina yang hanya 2%.

Menurut Ih Jen Su, MD PhD, profesor dari Division of Clinical Resarch National Health Research Institute Tainan, Taiwan, pikosianin sejenis protein yang berperan sebagai antivirus, antioksidan, dan pencegah kanker. Hasil penelitian Profesor Shih dan Jan, dari Departemen Bioteknologi Chang-Gung University Medical School, Taiwan, pikosianin terbukti menghambat infeksi enterovirus, virus influenza, dan virus herpes papio.
Wang menuturkan, komponen penting lain yang terkandung dalam cryptomonadales adalah peroxisome proliferators activated reseptors (PPARs). Molekul biomedis itu berfungsi mengendalikan metabolisme lemak, homeostasis glukosa, antiinflamasi, immunoregulator, dan diferensiasi sel (kanker). Hasil uji klinis terhadap 30 pasien hiperkolesterolemia menunjukkan kadar kolesterol dan low density lipoprotein (LDL) pasien rata-rata turun 15% setelah mengkonsumsi 30 tablet cryptomonadales hanya dalam waktu sebulan. Kadar gula darah pasien juga turun menjadi 7-10% dari kadar normal.

Lokal Pasar suplemen di Indonesia tak hanya didominasi produk-produk asing. Aneka suplemen berbahan baku tanaman endemik tanahair juga bertebaran di pasaran seperti temulawak dan songgolangit. Yang disebut pertama bahkan teruji klinis memperbaiki fungsi hati sehingga sangat baik dikonsumsi para penderita lever. Temulawak tersedia dalam berbagai bentuk sediaan seperti serbuk dan tablet. Sedangkan songgolangit banyak dikonsumsi para penderita rematik dan asam urat. Tanaman yang banyak tumbuh di lereng gunung itu dikonsumsi dengan diseduh air panas layaknya teh.
Suplemen tak hanya berperan menyembuhkan penyakit. Beberapa suplemen berfaedah sebagai sumber nutrisi lengkap. Salah satunya adalah OGF (Organic Green Food). Suplemen yang diramu Prof Dr Robert I Lin PhD, CNS, FICN, pakar fitofarmaka University of California, Los Angeles, Amerika Serikat, itu terbuat dari ekstrak puluhan jenis sayuran dan buah-buahan seperti brokoli, bayam, wortel, jeruk, nanas, stroberi, dan apel.
Suplemen itu juga dilengkapi aneka herbal seperti barley grass. Rerumputan hijau itu kaya antioksidan dan klorofil yang dapat membantu pembentukan sel darah merah. Herbal lain: spirulina, ling zhi, echinacea, chlorella, dan teh. Faedah OGF itu ibarat pepatah, sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Sekali saja mengkonsumsi, nutrisi terpenuhi dan penyakit pun pergi.

Itulah beberapa jenis suplemen dari 490 produk suplemen yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2006. Beragamnya suplemen di pasaran membawa harapan bagi pendamba kesehatan. Meski begitu, mengkonsumsi suplemen bukan berarti tanpa aturan. Jangan coba-coba mengkonsumsi tanpa konsultasi dokter, kata dr Zen Djaya, konsultan medis dan dokter yang berpraktek di Malang, Jawa Timur. (Imam Wiguna/Peliput: Vina Fitriani)


Berita Terkait:

Keistimewaan Nissan Reishi

Toko Online